Fridayana Baabullah

Sabtu, Mei 29, 2010

Kisah Petugas Lobi Ritz-Carlton

Betty Lewis, petugas lobi di Ritz-Carlton, mengetahui kelebihan dari terus membuka mata dan mengamati kebutuhan yang jauh melebihi yang diakui oleh tamu lewat bibirnya.

"Saya melihat seorang tamu yang kelihatannya pucat dan berusaha mencari obat flu di toko suvenir. Ketika ia meninggalkan toko dengan tangan kosong, saya bertanya apakah saya bisa membantu. 'Apakah ada sesuatu yang bisa saya ambilkan untuk Anda?' Ia menjawab tidak, terima kasih, tapi saya bisa melihat bahwa ia tidak mau merepotkan. Ia kemudian naik ke kamarnya."

"Mengingat ia terlihat kurang sehat dan menderita flu, saya kira ia akan merasa lebih baik dengan secangkir teh panas istimewa saya. Jadi, saya membuatkan secangkir teh dan membawakannya bersama setangkai mawar, beberapa tablet obat flu, dan sebotol kecil air. Saya menaruh semuanya di atas nampan perak dan mengetuk pintu kamarnya. Ia lalu berkata, 'Ya?' dan saya menjawab, 'Saya Betty, wanita yang Anda temui di dekat toko suvenir. Kelihatannya flu akan membuat Anda terkapar.' Ia berkata, 'Saya sedang sakit keras.' Saya menyerahkan nampan kepadanya dan sekali lagi bertanya apakah ada hal lain yang ia perlukan. Ketika ia sedang berbaring di ranjang, saua menepuk-nepuk bantal-bantalnya. Ia membutuhkannya karena ia sedang batuk-batuk. Saya berkata, "Saya masukan sedikit madu dan jeruk nipis ke teh itu, dan saya sudah memastikan bahwa airnya ekstra panas.' Hari berikutnya, tamu itu, yang kemudian saya ketahui adalah chief executive officer perusahaannya, menulis sebuah surat yang manis. Yang paling saya sukai dari surat itu adalah ia mengatakan tak pernah menduga akan dapat memperoleh perhatian seperti itu ketika sedang jauh dari rumah. 'Itu adalah perhatian seorang Ibu,' dan ia mengatakan bahwa ia sangat menghargainya."

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]



<< Beranda